.showpageArea a {text-decoration:underline;} .showpageNum a {text-decoration:none;border: 1px solid #cccccc;margin:0 3px;padding:3px;} .showpageNum a:hover {border: 1px solid #cccccc;background-color:#cccccc;} .showpagePoint {color:#333;text-decoration:none;border: 1px solid #cccccc;background: #cccccc;margin:0 3px;padding:3px;} .showpageOf {text-decoration:none;padding:3px;margin: 0 3px 0 0;} .showpage a {text-decoration:none;border: 1px solid #cccccc;padding:3px;} .showpage a:hover {text-decoration:none;}

Senin, 15 Februari 2010

Pesan di balik Iklan

Saya perhatikan ternyata dalam iklan-iklan - terutama iklan rokok - terkandung pesan yang bagus sekali.

Contoh 1 iklan orang yang digambarkan dengan gelembung pikirannya masing2. Tambah sibuk seseorang tambah besar gelembung pikiran yang dia punyai. Tetapi ada seorang anak muda yang hanya mempunyai gelembung kecil dan malah hilang ketika dia bertemu dengan teman2nya. Pesan yang dikandungnya adalah bahwa seorang perokok itu hanya punya sedikit pikiran dan malah tidak punya pikiran sedikitpun kalau sudah kumpul dengan teman2nya (sesama perokok)

Contoh 2 iklan 3 orang yang membantu orang menyeberangkan barang2. Mereka merasa menolong banyak orang membantu menyeberangkan barang2 orang lain (saya gatau bagaimana cara orang2 yang dibantu itu bisa sampai di seberang setelah barang2 mereka dibantu diseberangkan karena ke-3 orang itu masih berposisi di tempatnya masing2, mungkin ada jembatan). Ketika ada seorang gadis minta diseberangkan mereka merasa akan mendapat "untung" dengan menggendong. Eee... ternyata gadis itu cuma minta digendongin kambing dan malah kemudian diganti kebo... Ha3x. Pesan yang disampaikannya adalah bahwa orang perokok itu serasa banyak membantu orang padahal sebenarnya dibodohin orang.

Contoh 3 iklan seorang petualang yang menggunakan mobil Humvee, kemudian dia tinggalkan mobilnya untuk kemudian dia mendaki dan menuruni jurang dengan tambang untuk sampai ke suatu desa. Kalau dilihat dari pakaian dan kehidupan penduduk desa dan demografi desa tersebut dapat disimpulkan bahwa desa tersebut bukan desa yang terisolir, pasti ada jalan lain yang lebih mudah dan tidak beresiko tinggi untuk mencapainya. Pesan yang tersiratnya, perokok itu adalah orang yang berani menanggung resiko tinggi (dengan merokok) walaupun sebenarnya ada jalan lain yang lebih enak untuk dijalani.

Masih banyak iklan-iklan lain yang kalau kita cermati juga mengandung pesan yang sama.

Kesimpulan dari ketiga contoh iklan tersebut adalah bahwa orang yang merokok itu ga punya pikiran dan bodoh. Cuma sayangnya saya masih termasuk di dalam kelompok itu! Gubrak!!!


Tidak ada komentar: